Berdasarkan hasil pantauan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui radar dan satelit, pada Minggu (16/11) lalu, KKP berhasil mendeteksi 70 kapal ilegal yang tidak terasosiasi dengan Vessel Monitering System atau alat lacak kapal resmi dari KKP. Hal ini membuat Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti geram.
"Pukul 18.11 atau waktu Maghrib, kami lacak ada 70 kapal ilegal yang masuk ke Laut Natuna dengan ukuran rata-rata 50 hingga 70 GT, mereka melakukan illegal fishing disana," ujar Susi dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (21/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka (pencuri ikan) pikir kita bodoh, mereka kira kita tidak bisa lacak mereka. Padahal kegiatan mereka semua bisa terbaca oleh satelit kita," kata Susi.
"Walaupun tidak bernilai uang, ini adalah kedaulatan negara yang tidak bisa ditawar, tidak bisa diremehkan, dan tidak bisa dilanggar," tegas Susi.
Bagi Susi, kedaulatan negara bukanlah permainan dan tidak bisa dikompromi. "Kita wajib tegakkan ini kalau perlu kita matikan yang begini. Itu satu hal yang tidak bisa ditawar," ujarnya.