Direksi BUMN

Suparni Gantikan Dwi Soetjipto Jadi Dirut Semen Indonesia

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Rabu, 03/12/2014 12:13 WIB
Suparni Gantikan Dwi Soetjipto Jadi Dirut Semen Indonesia Dwi Soetjipto saat masih menjabat sebagai Dirut PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). (CNN Indonesia/Gentur Putro Jati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Posisi Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang sebelumnya diduduki Dwi Soetjipto saat ini dipegang oleh Direktur Produksi dan Litbang perseroan Suparni, setelah Dwi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia, Agung Wiharto menyatakan, hal tersebut tercantum dalam surat keputusan Dewan Komisaris Perseroan Nomor 017/SI/Kep.DK/12.2014 tanggal 1 Desember 2014 tentang Penunjukan dan Penetapan Saudara Suparti untuk merangkap sebagai Direktur Utama Semen Gresik.

"Suparni sebagai Plt Direktur Utama Perseroan terhitung 1 Desember 2014 sampai dengan Rapat Umum Pemegang Saham berikutnya," tulis Agung dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (3/12).


Seperti diketahui, Dwi ditunjuk oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno untuk menjadi Direktur utama Pertamina menggantikan Karen Agustiawan yang mengundurkan diri. Dengan begitu, Dwi menjadi Dirut Pertamina periode 2014-2019 sejak 28 November 2014.

Sebelumnya Semen Indonesia merevisi target penjualan menjadi 26,8 juta-27,06 juta ton tumbuh 4-5 persen dibandingkan realisasi penjualan 2013. Angka tersebut merupakan revisi dari target pertumbuhan yang dicanangkan di awal tahun sebesar 5-6 persen.

Penurunan target terjadi akibat penjualan semen sampai dengan kuartal III-2014 tidak sesuai dengan harapan. Perseroan sempat berharap bisa kembali pulih pada September, tetapi ternyata penjualan semen masih terganggu proses pelantikan DPR kala itu.

Kontribusi penjualan Semen Indonesia masih berasal dari penjualan semen domestik yakni sebanyak 18,92 juta ton naik 3,8 persen dalam setahun terakhir. Namun, ekspor perseroan merosot 32,8 persen menjadi 180.734 ton dari 268.928 ton.