UPGRADE KILANG
Pertamina Alih Dayakan Perbaikan Kilang ke Asing
CNN Indonesia
Rabu, 03 Des 2014 16:49 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina alihdayakan perbaikan (upgrade) empat kilang minyak kepada empat perusahaan asing. Penandatanganan kontrak kerja sama perbaikan akan dilakukan pada 10 Desember mendatang.
"Keempat kilang tersebut adalah kilang Cilacap, Balongan, Dumai, dan Balikpapan,” kata Direktur Pertamina Ahmad Bambang, di Jakarta, Rabu (3/12).
Keempat perusahaan asing yang diberi kewenangan untuk menangani upgrade kilang tersebut adalah: China National Offshore Oil Corporation (CNOOC), Saudi Aramco, Japan Petroleum Exploration Co. Ltd (Japex), dan satu perusahaan asal Thailand.
Diharapkan upgrade ini dapat membantu optimalisasi lifting kilang Pertamina yang tadinya sebesar 800 ribu barel per hari menjadi 1,6 juta barel per hari. "Saya harapkan perbaikan kilang tersebut selesai pada tahun 2020 dengan nilai investasi sebesar US$ 25 miliar," kata Ahmad.
Rencananya, untuk perbaikan kilang di Balongan akan ditambah dengan kawasan petrokimia yang terintegrasi.
Ahmad mengatakan bahwa pada awalnya, keempat perusahaan tersebut menginginkan tenggat waktu penyelesaian proyek pada tahun 2025, namun Pertamina menolaknya.
"MoU tahun ini langsung gerak ke head of agreement, jadi baru peletakan batu pertama saja. Semoga tahap pertama terlaksana di tahun 2018 dan sudah selesai tahun 2020. Kalau program awal mereka kan semua selesainya 2025, kita enggak mau terima," ujarnya.
Namun mengenai masalah proporsi pendanaan, Ahmad mengaku bahwa perusahaannya masih belum mendiskusikan hal tersebut. "Namanya partner kan financing. Pertamina akan mengoptimalkan kapasitas (finansial) yang kita miliki sekarang," katanya.
Dirinya juga mengakui bahwa keempat perusahaan tersebut masih melihat kondisi berusaha di Indonesia seperti masalah insentif, keyakinan terhadap masalah izin, kepastian hukum, hingga masalah demonstrasi buruh. "Namanya luar negeri kan melihat kita seperti itu. Kita yakinkan mereka lagi," ujar Ahmad.
"Keempat kilang tersebut adalah kilang Cilacap, Balongan, Dumai, dan Balikpapan,” kata Direktur Pertamina Ahmad Bambang, di Jakarta, Rabu (3/12).
Keempat perusahaan asing yang diberi kewenangan untuk menangani upgrade kilang tersebut adalah: China National Offshore Oil Corporation (CNOOC), Saudi Aramco, Japan Petroleum Exploration Co. Ltd (Japex), dan satu perusahaan asal Thailand.
Diharapkan upgrade ini dapat membantu optimalisasi lifting kilang Pertamina yang tadinya sebesar 800 ribu barel per hari menjadi 1,6 juta barel per hari. "Saya harapkan perbaikan kilang tersebut selesai pada tahun 2020 dengan nilai investasi sebesar US$ 25 miliar," kata Ahmad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahmad mengatakan bahwa pada awalnya, keempat perusahaan tersebut menginginkan tenggat waktu penyelesaian proyek pada tahun 2025, namun Pertamina menolaknya.
Namun mengenai masalah proporsi pendanaan, Ahmad mengaku bahwa perusahaannya masih belum mendiskusikan hal tersebut. "Namanya partner kan financing. Pertamina akan mengoptimalkan kapasitas (finansial) yang kita miliki sekarang," katanya.
Dirinya juga mengakui bahwa keempat perusahaan tersebut masih melihat kondisi berusaha di Indonesia seperti masalah insentif, keyakinan terhadap masalah izin, kepastian hukum, hingga masalah demonstrasi buruh. "Namanya luar negeri kan melihat kita seperti itu. Kita yakinkan mereka lagi," ujar Ahmad.