HARGA BBM

Margin Lebih Besar, Pengusaha SPBU Diminta Naikkan Mutu

Elisa Valenta Sari, Immanuel Giras Pasopati | CNN Indonesia
Rabu, 31 Des 2014 12:58 WIB
Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan peningkatan margin jadi 17 persen dimaksudkan supaya SPBU dapat memperbaiki mutu pelayanannya. Menteri ESDM Sudirman Said (Detikcom/Grandyos Zafna)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah memberikan margin yang lebih besar kepada pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) meski harga Premium justru turun. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan peningkatan margin itu dimaksudkan supaya SPBU dapat memperbaiki mutu pelayanannya.

Seperti diumumkan hari ini, pemerintah mengumumkan pencabutan subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 88 atau yang biasa dikenal dengan nama produk Premium. Sehingga harga Premium turun menjadi Rp 7.600 dan berlaku mulai 1 Januari 2015 besok.

Di samping kebijakan itu, pemerintah ternyata juga menambah margin untuk pengusaha SPBU yang menjual Premium dan Pertamax. "Itu untuk memperbaiki mutu pelayanan," kata Sudirman, di Jakarta, Rabu (31/12).


Pertamina, kata Sudirman, akan diminta terus menjalin komunikasi yang baik dengan SPBU supaya tidak menjual bahan bakar lebih tinggi dari yang dipatok pemerintah. Masyarakat, kata dia, bisa ikut mengontrol.

Sementara itu, pihak pengusaha SPBU terkejut dengan kebijakan penetapan margin hingga 17 persen. Padahal, harga premium sudah diturunkan menjadi Rp 7.600 per liter.

"Kalau benar seperti itu ya kita sangat berterima kasih. Tapi kami harus menerima keterangan resmi dahulu sebelum memberikan penjelasan," ujar Ketua II DPP Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) M Ismeth kepada CNN Indonesia, Rabu (31/12). (Baca: Premium Turun, Pengusaha SPBU Tunggu Kepastian Margin)

TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER