Direktur Hulu PT Pertamina (Persero), Syamsu Alam mengaku saat ini pihaknya tengah membidik sejumlah lapangan minyak yang berada di tiga kawasan, meliputi: Amerika, Afrika, dan Asia Tenggara.
"Kalau di Amerika kami sedang membidik ladang migas di Meksiko. Kami lihat regulasi di sana sudah diubah jadi lebih memudahkan," kata Syamsu di Jakarta, Selasa (20/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini kami menyiapkan US$ 1,1 miliar sampai US$ 1,5 miliar untuk akuisisi di luar negeri. Yang pasti dana itu hanya dipakai untuk ladang-ladang yang sudah menghasilkan," tuturnya.
"Kami optimistis produksi (minyak) Pertamina terus meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan kami menargetkan tahun 2025 produksi minyak (perseroan) bisa mencapai 1,5 juta barel (bph) yang 900 ribunya dari dalam dan 600 ribu barel (bph) lainnya dari luar negeri. Jika ditotal dengan gas, produksi ditargetkan mencapai 2,2 juta boepd (Barrels of Oil Equivalent Per Day),” kata Syamsu.
Saat ini, Pertamina diketahui telah memiliki ladang migas di beberapa negara seperti Malaysia, Vietnam, Aljazair, dan Irak.
(ded/ded)