“Sektor usaha di bidang perikanan dan kelautan potensinya sangat besar dan itu membutuhkan pembiayaan yang sangat besar. Bisa masukkan kredit ke kegiatan penangkapan ikan, budidaya, pengolahan, pemasaran produk, wisata bahari, dan jasa pendukung lainnya,” ujar Susi di Jakarta, Kamis (22/1).
Susi menyayangkan masih rendahnya jumlah kredit yang diterima para nelayan dan pelaku usaha di sektor maritim dari perbankan maupun perusahaan pembiayaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bentuk Tim
"Saya perkirakan akhir Maret, tim ini sudah dapat kasih rekomendasi lah," terang Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Firdaus Djaelani yang menunjuk Efrinal Sinaga sebagai ketua kelompok kerja.
Menurut Efrinal, kelompok kerja tersebut sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo yang ingin membangun poros maritim di Indonesia. Dia menganggap selama ini industri maritim seolah dipunggungi oleh lembaga pembiayaan padahal potensinya besar.
Selain itu, dia juga optimis perusahaan pembiayaan akan tertarik ke industri maritim karena ke depannya tren pasar otomotif dan mineral akan menurun. (gen)