Bambang mengaku yakin realisasi inflasi di akhir tahun nanti tidak akan berada jauh dari angka asumsi tersebut, karena kebijakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang dilakukan pemerintah.
"Sejalan dengan penurunan administered price dan juga dengan adanya penurunan harga BBM yang sudah ditetapkan," kata Bambang di Jakarta, Selasa (27/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah jaga pasokan pangan, agar volatile foodnya tetap terjaga dan tidak menimbulkan inflasi yang tinggi di tahun ini," tutupnya.
Capaian tersebut meleset dari asumsi atau target inflasi yang diteken pemerintah pada APBN P 2014 sebesar 5,3 persen. Serta, target inflasi 2014 yang diperkirakan Bank Indonesia sebesar 4,5 plus minus 1 persen.
Sementara itu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak berubah pada bulan depan mengingat kenaikan harga minyak mentah global hanya naik tipis dalam beberapa hari terakhir.
"Kemarin sempat turun, sekarang datar dan naik tipis. Harga sepertinya tidak ada kenaikan," kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi I Gusti Nyoman Wiratmaja. (gen)