"Karena fokus MTF berada pada penjualan kendaraan baru, sekitar 90 persen pembiayaan memang disalurkan ke produk itu. Sementara 70 persen pendapatan kami dari pembiayaan konsumen dan penjualan mobil sedang lesu, maka bisa dibilang secara persentase pertumbuhan laba kami menurun," ujar Direktur Utama MTF Ignatius Susatyo Wijoyo di Jakarta, Senin (16/2).
Dia mengutip data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang menunjukkan bahwa penjualan mobil baru nasional tahun lalu turun sebesar dua persen dibandingkan 2013. Penjualan mobil tercatat menurun dari angka 1,23 juta unit pada 2013 menjadi 1,2 juta unit di 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tercatat, pendapatan MTF memang mengalami peningkatan sebesar 27,96 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun, beban yang dikelola perusahaan juga bertambah, dari sebesar Rp 929,09 miliar di 2013 menjadi Rp 1,2 triliun di 2014.
Target 2015
Untuk 2015, MTF menargetkan pertumbuhan laba sebesar 32 persen dibanding 2014. MTF optimistis mampu mencapai target tersebut mengingat perusahaan akan melakukan penetrasi ke merek kendaraan lain dan berupaya akan melakukan kontrol beban dengan baik.
“Kami targetkan tahun ini laba sebesar Rp 300 miliar yang kebanyakan didukung dari fee-based income. Tapi melihat kinerja sampai sekarang, kami positif bisa mencapai pertumbuhan laba sebesar 32 persen tersebut," tambahnya. (gen)