Susi Pudjiastuti Berguru Konservasi Laut ke Negeri Kangguru

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Rabu, 18/02/2015 07:02 WIB
Susi Pudjiastuti Berguru Konservasi Laut ke Negeri Kangguru Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan berada di Australia sampai 25 Februari 2015. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti semakin serius menjadikan laut Indonesia sebagai sumber penghasil devisa negara. Berbagai cara ditempuh guna melestarikan kembali laut yang selama ini dieksploitasi berlebihan oleh berbagai pihak yang tidak bertanggungjawab.

Salah satunya adalah dengan berguru kepada salah satu negara dengan sumber daya laut terbesar di dunia, Australia. Selasa malam (17/2), Susi terbang ke Australia didampingi beberapa pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan. Di sana ia dijadwalkan bertemu dengan otoritas yang bertanggungjawab mengelola lingkungan dan perikanan laut Australia dan kembali ke Indonesia pada 25 Februari mendatang.

"Ibu Susi studi banding bertemu dengan pihak-pihak yang akan memberikan gambaran bagaimana pengelolaan sumber daya alam perikanan dengan konservasi yang berkelanjutan di Australia. Sehingga mampu memberikan kontribusi yang besar untuk devisa negara mereka," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi KKP Lily Aprilia kepada CNN Indonesia, Selasa malam.


Sebelumnya Susi memang pernah melontarkan pujian pada negara dengan luas terumbu karang terbesar di dunia itu. Pujian tersebut dilontarkan karena negeri Kanguru tersebut mampu menjaga persediaan ikannya.

Susi menerangkan luas wilayah Australia hanya sepersepuluh Indonesia. Namun hasil perikanannya mencapai US$ 7 miliar per tahun.

"Mereka menjaga lautnya. Luar biasa sekali yang lautnya hanya sepersepuluh dari kita tetapi dalam setahun bisa capai US$ 7 miliar itu sekitar Rp 70 triliun," ujar Susi di Jakarta, Jumat (30/1) lalu.

Susi menjelaskan, pemeliharaan dan perlindungan pasokan ikan menjadi fokus pemerintah Australia. Menurutnya, pemeliharaan dan perlindungan perikanan Indonesia masih minim sehingga mesti ditingkatkan.

"Kita harus alokasikan penangkapan berapa persen. Misalnya sekarang konservasi 20 persen kita harus jadi 70 persen dalam lima tahun ini," ujarnya.

Susi pun menegaskan, harusnya dengan wilayah yang lebih luas, Indonesia harus memiliki hasil yang lebih besar. Paling tidak, hasilnya sama dengan Australia. "Kita minimal  harus sama dengan Australia," tandasnya. (gen)