Jokowi Tunjukkan Sikap, IHSG Cetak Rekor Baru

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Rabu, 18/02/2015 17:05 WIB
Jokowi Tunjukkan Sikap, IHSG Cetak Rekor Baru Pegawai memperhatikan pergerakan saham melalui laptop, dalam pameran Keuangan Rakyat, Jakarta, Minggu, 21 Desember 2014. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan setelah penurunan suku bunga dan pengumuman Presiden menghadapi polemik pelantikan Kapolri. Indeks naik sebesar +52 poin (+0,99 persen) ke 5.390 yang merupakan rekor tertinggi baru, pada Rabu (18/2) setelah bergerak di antara 5.372-5.415. Sebanyak 174 saham naik, 112 saham turun, 88 saham tidak bergerak, dan 178 saham tidak ditransaksikan.

PT Mandiri Sekuritas mencatat investor membukukan transaksi sebesar Rp 18,08 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp 7,48 triliun dan transaksi negosiasi Rp 10,59 miliar. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 2,3 triliun.

Sebanyak tujuh sektor menguat, dipimpin oleh sektor properti yang naik +3,17 persen dan sektor keuangan yang naik +1,89 persen. Saham di sektor properti yang paling menguat adalah PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD, Rp 7.000) yang naik +7,69 persen dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA, Rp 1.815, BUY, TP Rp 1.550) yang naik +7,08 persen.

Di sektor keuangan, saham yang paling terapresiasi adalah PT Buana Finance Tbk (BBLD, Rp 940) sebesar +24,5 persen dan PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP, Rp 195) sebesar +17,47 persen.

Dari Asia, mayoritas indeks saham menguat setelah berita positif resolusi utang Yunani dan rencana penggabungan BUMN migas China. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang naik sebesar +1,18 persen dan indeks Hang Seng di Hong Kong sebesar +0,19 persen.

Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa juga menunjukkan penguatan sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris naik +0,13 persen, DAX di Jerman menguat +0,67 persen, dan CAC di Perancis terapresiasi +0,99 persen.

Sementara itu, di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terkoreksi sebesar -108 poin (-0,85 persen) ke Rp 12.870 per dolar Amerika Serikat (AS), setelah bergerak di kisaran Rp 12.704-Rp 12.893 per dolar AS.


(gir/gir)