Aset Dikembalikan, Petugas Sea World Tetap Rawat Ikan

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Kamis, 19/02/2015 13:55 WIB
Aset Dikembalikan, Petugas Sea World Tetap Rawat Ikan Spanduk bertuliskan permohonan maaf manajemen PT Sea World Indonesia di pintu samping Sea World, Jakarta (19/2). (CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengembalian aquarium raksasa Sea World oleo PT Sea World Indonesia ke PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) pada pekan lalu, tak membuat ikan-ikan dan biota laut penghuni wahana tersebut terlantar. Petugas Sea World tetap rutin memberi makan meskipun wahana tersebut lengang akibat ditutup sejak Oktober 2014 lalu oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemegang saham Jaya Ancol.

“Kami masih dalam tahap renovasi, kapan mulai dibukanya kami tidak tahu. Belum dapat imbauan juga," ujar salah seorang petugas keamanan Sea World yang tidak ingin menyebutkan namanya, ketika CNN Indonesia menghampiri Sea World, Kamis (19/2).

Terpampang spanduk besar bertuliskan permohonan maaf dari manajemen Sea World atas penutupan wahana yang sangat menarik bagi anak-anak tersebut. Tanpa mengizinkan CNN Indonesia memasuki Sea World, petugas tadi kemudian memastikan bahwa spesies laut di dalam akuarium masih dalam keadaan sehat.


"Yang jelas ikan-ikan dalam kondisi sehat. Operasional tetap jalan, bahkan kami sering melihat dokter-dokter yang merawat ikan tersebut datang setiap minggunya," tambahnya.

Sampai saat ini, mereka juga belum mendengar ada satwa yang mati atau tidak terawat dengan baik pasca penutupan paksa tersebut. "Sudah empat bulan Sea World ini ditutup. Karena sepi, jadi apabila terjadi hal-hal kecil sekalipun di dalam (akuarium), pasti kami juga tahu," tuturnya.

Polemik antara PT Sea World Indonesia dengan Jaya Ancol bermula ketika kontrak kerjasama Sea World (yang kala itu bernama PT Laras Tropika Nusantara) dengan Jaya Ancol berakhir pada tanggal 4 Juni 2014 setelah berlaku selama 20 tahun. Dengan kontrak yang jatuh tempo, maka secara otomatis aset dan hak pengelolaan Sea World akan diserahkan ke Jaya Ancol.

Namun, dalam perjanjian tersebut tak dijelaskan mengenai nasib spesies-spesies laut yang berada di dalamnya setelah masa kontrak habis. Jaya Ancol sendiri tak mau membeli ikan-ikan dan spesies laut yang berada di dalamnya dengan dalih tidak adanya catatan mengenai hal tersebut di dalam kontrak.

“Jadi setelah 20 tahun digunakan, mereka harus menyerahkan seluruh aset yang melekat di Sea World itu menjadi milik Jaya Ancol. Tidak ada kewajiban bagi kami untuk membeli ikan. Mereka bisa memindahkan ikan tersebut kalau mau,” tegas Metty Harahap, Sekretaris Perusahaan Jaya Ancol, kemarin.

Menanggapi nasib spesies laut yang di dalamnya, CNN Indonesia mencoba menghubungi Manajer Hubungan Masyarakat Sea World Teddy Sukmawinata. Namun yang bersangkutan tak juga merespons upaya konfirmasi yang dilayangkan. (gen)