Jokowi mengaku sadar bahwa keluhan yang paling banyak disebutkan oleh para wali kota adalah persoalan prosedur yang rumit, sehingga menghambat kecepatan para pemimpin kota itu dalam bekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebetulnya kan pengadaan barang dan jasa itu paling banyak lewat lelang, tapi sekarang kita akan mempermudah, memperbanyak barang lewat e-catalog. Tapi kecepatannya kurang," kata dia.
"Tetapi problem juga. Barangya sudah masuk e-catalog, tapi kalau mau beli tidak ada barangnya. Harganya sudah ada, tapi barangnya tidak ada. Ini juga menyulitkan," ujar dia. Ia memberikan contoh, barang yang paling banyak tidak ditemukan dalam e-catalog adalah alat-alat kesehatan dan obat-obatan.
Menurut eks Wali Kota Solo itu, persoalan-persoalan seperti inilah yang sangat menghambat serapan anggaran. Ia pun berencana untuk mengecek langsung ke lapangan.
"Saya mau cek lapangan, kenapa seperti itu. Mungkin juga karena adanya perubahan kurs yang cepat berubah. Kan lebih banyak yang impor, sehingga ada perubahan kurs juga bisa rugi," kata dia. (gir/gir)