Faisal yang saat ini menjadi Ketua Tim Reformasi dan Tata Kelola Migas mengatakan target tersebut mustahil ditengah penurunan harga minyak dunia dan produksi minyak dalam negeri yang terus mengalami penurunan sejak 2 tahun terakhir.
"Produksi minyak mentah yang menjadi komoditas terpenting ekspor Indonesia terus turun. Migas ekspornya turun terus enggak bisa naik, ekspor di bulan Januari 2015 turun 8,1 persen," kata Faisal saat dalam acara diskusi dengan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di Jakarta, Senin (23/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi |
"Ekspor Indonesia ke Asean dan Asia turun, tapi ke negara lain Eropa dan Amerika justru naik. Kita harus punya roadmap yang tidak sesat," kata pria yang akrab disapa FB itu.
"Jangan lihat angka 300 persen, tetapi amount-nya (jumlah). Tahun 2014 ekspor kita US$ 176 miliar, ditargetkan 2019 adalah US$ 458 miliar. Negara lain ekspornya sudah lebih tinggi dari kita," kata Gobel.
Gobel mengaku sudah punya strategi mencapai target ekspor 300 persen hingga 2019. Salah satunya adalah memberdayakan Atase Perdagangan dan ITPC (International Trade Promotion Center) yang ada di beberapa negara.
"Saya sudah panggil Atase Perdagangan dan ITPC, bagaimana meningkatkan ekspor 300 persen. Caranya bagaimana membedah pasar dan produk serta apa hambatannya," imbuhnya. (gir/gir)