Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, harga gas elpiji 3 kilogram saat ini mencapai Rp 19.000 sampai Rp 20.000 per tabung. Padahal, harga patokan Pertamina kepada agen penjual adalah Rp 12.750 per tabung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Pertamina (Persero) selaku BUMN pemasok elpiji 3 kg membuka layanan pengaduan pelanggan di nomor 021-500000. Layanan contact centre ini dibuka agar masyarakat dapat mengetahui harga gas yang wajar di pasaran.
Angka tersebut merupakan harga yang wajar di level agen. “Tapi kalau di pasaran atau di level pengcer harganya bisa berkisar Rp 12.000 hingga Rp 18.000 per tabung,” katanya.
Selisih harga tersebut, kata Tomi, merupakan kebijakan agen dan pengecer. Pertamina selaku pemasok utama tidak bisa mengontrol harga di level bawah.
"Karena untuk di pengecer harganya tidak dikontrol oleh Pertamina," katanya.
Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang sebelumnya telah mengatakan tak ada kenaikan harga penjualan gas elpiji 3 kilogram. Harga di tingkat agen ditentukan oleh Pertamina. Tapi kalau di tingkat pangkalan ditentukan oleh Pemerintah Daerah yang membentuk Harga Eceran Tertinggi (HET).
Bambang menduga tingginya harga dan kelangkaan gas elpiji 3 kg di masyarakat terjadi akibat permainan sejumlah pengecer yang menahan stok. (Baca: Elpiji 3 Kg Langka, Pertamina Enggan Disalahkan) (ded/ded)