Masuk Australia Tak Bebas Visa, Indonesia Berlakukan Hal Sama

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Senin, 16/03/2015 14:29 WIB
Masuk Australia Tak Bebas Visa, Indonesia Berlakukan Hal Sama (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menjelaskan alasan pencoretan nama Australia dari daftar negara yang warganya bisa melancong ke Indonesia tanpa harus memiliki visa.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan aturan pembebasan visa bagi turis asing berlaku secara resiprokal. Menurutnya selama negara lain menyetujui kebijakan tersebut, maka Indonesia akan memberlakukan kebijakan yang sama.

“Kenapa tidak jadi memasukkan Australia, karena aturan bebas visa itu resiprokal. Australia tidak bersedia memberlakukan hal yang sama," kata Arief di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Senin (16/3).


Oleh karena itulah, pemerintah menurut Arief hanya memberikan fasilitas bebas visa bagi turis asal negara Tiongkok, Korea Selatan, Rusia, dan Jepang tahun ini. Sehingga menjadikan total negara yang memiliki kerjasama pembebasan visa dengan Indonesia mencapai 19 negara.

Sebelumnya, aturan bebas visa sudah diberlakukan pemerintah bagi turis Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Hong Kong Special Administration Region (Hong Kong SAR), Makau Special Administration Region (Makau SAR), Cile, Maroko, Peru, Vietnam, Ekuador, Kamboja, Laos, dan Myanmar.

“Dengan demikian turis asal Australia tetap diwajibkan mengantongi visa kedatangan atau visa on arrival,” kata Arief.

Bebas Visa 40 Negara

Pemberian fasilitas bebas visa bagi turis asing menurut Arief masih akan terus dikaji untuk diperluas pemberlakuannya. Menurut Arief, pemerintah berencana memberikan fasilitas bebas visa bagi turis dari 40 negara dalam waktu dekat. Dengan sudah diberikannya fasilitas tersebut bagi 19 negara, maka masih ada 21 negara lagi yang tengah dikaji oleh pemerintah untuk dapat diberikan fasilitas tersebut.

“Hampir semua negara Eropa masuk, Amerika Serikat masuk daftar usulan. Tetapi karena ini sifatnya resiprokal, tentu harus dilakukan pembicaraan lebih lanjut dengan negara-negara yang diusulkan,” kata Arief.

Kebijakan tersebut menurut Arif diharapkan bisa mendongkrak jumlah turis asing ke Indonesia sekitar 750 ribu orang per tahun.

"Berdasarkan best practice study kalau kita membuka visa free itu akan meningkatkan jumlah wisatawan rata-rata 15 persen," katanya.

Cara ini lanjut Arief, sudah dilakukan oleh negara tetangga seperti Malaysia yang memberlakukan bebas visa bagi 164 negara dan Thailand yang memberlakukan bebas visa bagi turis asal 56 negara.

Pemberlakuan bebas visa ini selain dapat membantu pemerintah mencapai target 10 juta wisatawan asing per tahun juga diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara sekitar US$ 1 miliar. (gen)