Selain menggenjot serapan dalam negeri, Sudirman bilang, penerapan campuran BBN yang ditargetkan mencapai 15 persen mulai tahun ini juga diyakini mampu menghemat cadangan devisa negara dari pembelian BBM impor. Sudirman mengklaim, pencampuran BBN jenis biofuel pada BBM akan mengurangi minyak impor sebesar 15 persen atau berkisar US$ 1,5 hingga US$ 1,6 miliar per tahun. "Itu akan menjadi penghematan devisa terbesar," kata Sudirman.
Dari pernyataannya, pemerintah pun diketahui akan menerbitkan revisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 20 Tahun 2014 yang merupakan perubahan dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 32 tahun 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Tata Niaga BBN sebagai Bahan Bakar Lain dalam dua atau tiga hari mendatang. "Kalo porsi biofuel ditambah dan pangan ditarik, kemungkinan akan ada demand baru terhadap ekspor. Hal itu juga akan menjadi tambahan devisa bagi negara," tutur mantan pimpinan divisi pengadaan minyak impor PT Pertamina yakni, Integrated Supply Chain (ISC).
Tingkatkan Energi Terbarukan
(dim/dim)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT