Head of Research PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan pergerakan rupiah bakal terjadi seperti ulasan sebelumnya di mana laju rupiah masih menunjukkan adanya pelemahan. Apalagi jelang Rapat Dewan Gubernur BI dan Bank Sentral AS (The Fed) di minggu ini yang membuat pelaku pasar memilih masih menjauhi rupiah.
“Kondisi inipun sesuai dengan perkiraan kami sebelumnya, karena belum adanya sentimen positif yang menahan pelemahan rupiah membuat lajunya kian bergerak turun,” ujarnya seperti dikutip dari riset, Selasa (17/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Meski masih berpotensi mengalami pelemahan namun, kami harapkan rilis BI rate dan The Fed tidak memperkuat laju dolar AS sehingga dapat memberikan kesempatan pada rupiah untuk menguat meski tipis,” jelasnya.
Penurunan nilai tukar mata uang terhadap dolar Amerika Serikat (AS) merupakan momentum yang bagus untuk menggenjot ekspor. Namun, Indonesia belum dapat memanfaatkan momentum itu menyusul pelemahan rupiah yang tidak dibarengi dengan kenaikan ekspor pada Januari.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor nonmigas Indonesia selama Januari 2015 sebesar US$ 10,49 miliar atau turun 7,83 persen. "Dari 10 komoditas non migas, hanya ada beberapa komoditas yang merespon dengan peningkatan ekspornya," ujar Kepala BPS Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Senin (16/3). (gir/gir)