Head of Research PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan tidak jauh beda dengan yang disampaikan sebelumnya, pergerakan laju rupiah masih dapat berlanjut karena adanya sentimen positif dari dalam negeri dan luar negeri atau global.
“Apalagi jika diiringi dengan hasil dari The Fed yang belum memberikan kepastian kenaikan Fed rate (suku bunga acuan AS),” ujarnya seperti dikutip dari riset, Jumat (20/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sentimen dari The Fed tersebut cukup membantu perbaikan laju rupiah. Laju rupiah berada di atas target level resisten 13.159,” jelas Reza.
Sebelumnya, kurs tengah rupiah ditransaksikan melemah 1,19 persen terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (19/3). Berdasarkan data BI, kurs tengah rupiah bertengger di level Rp 13.008 per dolar AS, dari kurs tengah sebelumnya Rp 13.164 per dolar AS. (gir/gir)