Indonesia akan Genjot Ekspor Kopi ke Australia

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 20/03/2015 11:28 WIB
Indonesia akan Genjot Ekspor Kopi ke Australia Ilustrasi (dok. freemagebank)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pejabat perdagangan Indonesia di Australia bertekad melipattigakan target ekspor kopi ke Australia dengan membentuk Koalisi Promosi Nasional (KPN). Koalisi ini melibatkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra, Indonesian Trade Pormotion Center (ITPC) Sydney, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne, dan Kementerian Perindustrian.

"Salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kinerja ekspor adalah membentuk KPN untuk meningkatkan ekspor kopi ke Australia," kata Atase Perdagangan di KBRI Canberra Nurimansyah, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (19/3). Ini sejalan dengan target ekspor nasional 300 persen yang dicanangkan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.

Nurimansyah mengungkapkan peluang ekspor kopi Indonesia ke Australia masih terbuka luas. Ekspor kopi Indonesia ke Australia pada tahun 2014 mencapai US$ 24 juta atau meningkat 14,68 persen dibandingkan dengan tahun lalu sebesar US$ 20,9 juta. Dalam periode yang sama, ekspor kopi Indonesia baru merebut pangsa pasar 5,01 persen dari total impor kopi Australia sebesar US$ 479,5 juta.

Selama ini, ekspor kopi Indonesia ke Australia didominasi oleh biji kopi yang belum dipanggang dengan pangsa sebesar 99,94 persen dari total ekspor kopi Indonesia ke Australia.


Negara pesaing Indonesia di pasar Australia untuk produk kopi berdasarkan peringkat adalah Swiss, Italia, Brasil, Jerman, Kolombia, Papua Nugini, Vietnam lalu Indonesia pada peringkat ke-8.

Meski masih di bawah Vietnam, dalam lima tahun terakhir Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 14,68 persen dan Vietnam mengalami penurunan sebesar 2,41 persen.

Nurimansyah bilang tren impor kopi Australia selama lima tahun terus meningkat dengan pertumbuhan sebesar 10,27 persen. "Ini peluang bisnis bagi eskportir kopi nasional agar terus mempromosikan kopi terbaik Indonesia di pasar Australia," katanya.

Ikut Pameran Kopi

Sementara itu KBRI Canberra, Indonesian Trade Pormotion Center (ITPC) Sydney, KJRI Melbourne, dan Kementerian Perindustrian akan mengikuti pameran kopi terbesar di Australia, Melbourne International Coffee Exhibition (MICE), pada 13-15 Maret 2015.

Mereka akan bersama-sama dalam satu Paviliun Indonesia. Menurut Nurimansyah, untuk bisa terus meningkatkan ekspor kopi Indonesia di pasar Australia, Indonesia harus terus secara konsisten mengikuti pameran seperti ini.

“Pameran ini sangat efisien karena banyak pengusaha kafe independen dari sejumlah negara bagian yang datang berkunjung," katanya.

Nurimansyah menilai kafe-kafe di Australia berbeda dengan Amerika. Di Amerika, rantai kafe sangat mendominasi pasar. Sedangkan di Australia lebih banyak kafe-kafe kecil independen yang tumbuh subur. (ded/ded)