Pun pasar komoditas London, ICE Futures Exchange mencatat minyak mentah jenis Brent pada 1:48 EDT di pengiriman Mei juga merangkak US$ 42 sen menjadi US$ 54,85 per barel. Dengan adanya kenaikan ini, itu artinya Brent sudah mengalami lonjakan harga sebesar 1 persen setelah dua minggu sebelumnya cenderung menurun.
Analis komoditas Citi Future, Tim Evans mengatakan, kenaikan harga minyak dunia juga tak lepas dari wacana perpanjangan sanksi pembatasan ekspor minyak dari Iran menyusul pengembangan teknologi nuklir dari negara yang dipimpin oleh Hassan Rouhani tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, fenomena merangkaknya harga minyak dunia tak sejalan dengan angka penggunaan fasilitas pengeboran sumur minyak atau rig. Perusahaan jasa minyak Baker Hughes melaporkan jumlah angka dan penyewaan rig saat ini di AS merupakan yang terendah dalam empat tahun. Meski begitu, penurunan rig pekan ini lebih kecil dibandingkan dalam dua minggu terakhir, dan harga hampir tidak beranjak pada data. (dim/dim)