Vidjongtius, Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe mengatakan sesuai dengan indikasi awal, hasil audit laporan keuangan Kalbe menunjukkan kinerja yang baik pada tahun 2014 dengan pertumbuhan penjualan produk-produk Kalbe. Di sisi lain, dia mengakui adanya penurunan pertumbuhan di lini bisnis tertentu.
“Walaupun menghadapi kondisi pasar yang menantang, produk-produk obat resep, produk kesehatan, maupun nutrisi, mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan yang baik. Terjadinya penurunan pertumbuhan Kalbe secara keseluruhan terutama terkait oleh kinerja produk-produk pihak ketiga pada bisnis distribusi kami,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin (30/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara itu, marjin laba kotor terhadap penjualan bersih sedikit meningkat menjadi 48,8 persen dibandingkan 48,0 persen pada tahun sebelumnya, walaupun terjadi pelemahan nilai tukar Rupiah sekitar 12,5 persen," jelasnya.
Pelemahan Beberapa Lini Usaha
Perseroan, lanjut Vidjongtius, secara konsisten melakukan aktivitas pemasaran di seluruh Indonesia untuk meningkatkan brand awareness, terutama atas produk-produk baru Kalbe. Di samping itu, Perseroan terus melakukan aktivitas riset dan pengembangan secara berkelanjutan untuk memperkuat portofolio produk Kalbe.
“Laba bersih bertumbuh sebesar 7,6 persen dibandingkan tahun 2013, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan laba usaha terutama akibat peningkatan beban bunga dan biaya keuangan serta biaya lain-lain,” jelas Vidjongtius.
Di sisi lain, terjadinya perlambatan pertumbuhan produk obat generik bermerek pada tahun 2014 merupakan dampak penyesuaian pasar terhadap program JKN. Perseroan menyatakan terus mengembangkan produk-produk obat resep berteknologi tinggi seperti di antaranya produk onkologi untuk memperkuat portofolio.
Lebih lanjut, Divisi Distribusi dan Logistik mencatatkan pertumbuhan negatif sebesar -5.2 persen yang terutama mencerminkan perlambatan pertumbuhan prinsipal pihak ketiga.
"Ke depannya, Perseroan akan terus memperkuat jaringan distribusi untuk meningkatkan jangkauan dan ketersediaan produk Kalbe," ujar Vidjongtius. (gir)