“Kerjasama dengan Indonesia Eximbank ini untuk pengembangan bandara-bandara AP II sehingga dapat mengimbangi pertumbuhan industri penerbangan nasional yang cukup signifikan,” ujar Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi usai menandatangani kontrak pinjaman tersebut di Jakarta, Rabu (1/4).
Menurut Budi saat ini AP II tengah mengembangkan hampir seluruh bandara yang dikelolanya. Kebutuhan pendanaan terbesar menurutnya akan diserap oleh proyek pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng yang mencapai Rp 26 triliun hingga 2020 nanti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, dilakukan juga pembangunan stasiun kereta dan integrated building yang diantaranya terdiri dari area komersial, parkir kendaraan, perkantoran, dan hotel.
Setelah mendapatkan pinjaman dari Indonesia Eximbank tersebut, Budi mengatakan perusahaannya masih membuka opsi pendanaan Rp 6 triliun dari perbankan, lembaga keuangan non-bank, dan sumber lainnya.
Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank Ngalim Sawega menilai pinjaman yang diberikan perusahaannya untuk AP II adalah untuk mendukung pengembangan bandara di Indonesia. (gen)