Yugi Prayanto, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, menjelaskan optimisme tersebut muncul setelah menyimak fokus pengembangan sektor maritim pemerintahan Joko Widodo serta realisasi ekspor komoditas perikanan 2014 yang mencapai US$ 4,63 miliar.
"Sudah waktunya industri pengolahan perikanan ditumbuhkan. Bahan baku dalam negeri berlimpah," ujar Yugi dalam dialog Kadin dengan Menteri Koordinator Kemaritiman di Kantor Pusat Kadin, Jakarta, Senin (6/4)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yudi, potensi perikanan Indonesia per tahunnya sekitar Rp 380 triliun. Itu merupakan kesempatan yang baik bagi para pelaku usaha maupun lembaga jasa keuangan untuk membantu pembiayaan.
"Kami ingin adanya dukungan pembiayaan dari perbankan nasional, insentif pajak dan bunga bank yang rendah untuk memacu investasi terutama bagi industri pengolahan yang berbasis processing," kata Yugi.
Yugi menambahkan tingkat kepercayaan perbankan pada sektor kemaritiman masih relatif rendah. Hal ini dikarenakan masih adanya sejarah banyaknya kredit macet di sektor perikanan. Namun ia meyakinkan bisnis perikana memiliki potensi dan prospek yang sangat bagus, terlebih rezim pemerintahan Jokowi sangat memprioritaskan sektor kemaritiman.
"Masih banyak industri kelautan dan perikanan yang prospektif dan disayangkan bila tidak dikembangkan tanpa bantuan kredit perbankan," katanya. (ags)