“Corporate sales merupakan bagian yang lumayan, dulu 12 persen dari pendapatan, sekarang kami targetkan bisa double menjadi 24 persen dari total penjualan,” ujar Hans Nugroho, Direktur Komersial Citilink di Jakarta, Selasa (7/4).
Optimisme Citilink dapat mengantongi penjualan US$ 550 juta sampai US$ 600 juta tahun ini, setelah perseroan berencana membuka sejumlah rute baru menggunakan lima pesawat Airbus A320-200 tambahan yang akan didatangkan tahun ini. Sehingga pada akhir tahun jumlah pesawat yang dioperasikan perseroan menjadi 41 unit, terdiri dari 36 A320-200 dan empat Boeing 737-300.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk dapat mencapai target tersebut, Hans mengatakan Citilink terus melakukan pendekatan dengan berbagai korporasi. Selain itu, untuk meningkatkan penjualan perseroan juga bekerjasama dengan mitra-mitra agen perjalanan dan wisata.
Sebelumnya, manajemen menyatakan on time performance bakal ditingkatkan dari 81 persen menjadi hingga 83-85 persen. Citilink menyatakan pengaturan delay bakal dikedepankan. Hal itu termasuk disiplin dalam menerapkan aturan jika ada penerbangan yang delay.
Lebih lanjut, dengan berbagai rencana tersebut, perseroan menargetkan jumlah penumpang bisa naik dari 7,55 juta pada 2014 menjadi 11,2 juta penumpang di tahun ini. Citilink juga memberikan berbagai fasilitas. Mulai dari mobile apps, mesin check in, sampai airport tax yang digabung dengan harga tiket.
Terkait rute, Citilink menyatakan akan ada dua atau tiga rute baru untuk melayani penerbangan ke Indonesia Timur, salah satunya Makassar. Namun, sekarang hal itu masih dikaji lebih dalam, karena menghadirkan rute baru tidak mudah.