"Kalau obat generik itu tidak mungkin kita naikkan harganya. Untuk sekitar 40 produk tersebut akan kita naikkan harganya di kisaran 5 persen hingga 12 persen, tergantung jenisnya. Yang naik harganya itu, seperti obat-obat ethical dan OTC (over the counter)," ujar Rusdi Rosman, Direktur Utama Kimia Farma di Jakarta, Rabu (8/4).
IMS Health mencatat pasar obat ethical di Indonesia tumbuh 4,8 persen pada 2014 menjadi Rp 28,58 triliun. Sementara itu, pasar obat bebas (OTC) meningkat 7 persen menjadi Rp 23,62 triliun. Adapun pasar generic melemah 2,5 persen menjadi Rp 6,05 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga akan terus meningkatkan nilai ekpor. Selama ini kita ekspor ke 17 negara, ekspor 5,8 persen terhadap total penjualan. Kita berusaha mencari sumber-sumber bahan baku yang lebih murah," jelasnya.
“Ekspor selama 2014 berada di sekitar Rp 47 miliar. Kami targetkan pada 2015 bisa naik 65 persen,” ujar Farida Astuti, Direktur Kimia Farma.
Farida menjelaskan pihaknya telah memiliki negara tujuan ekspor yang baru. Negara-negara tersebut di antaranya adalah Myanmar, Kanada, Vietnam, Kamboja dan beberapa negara Afrika.
“Untuk penjualan, pada tahun ini kami targetkan mampu tumbuh hingga 16 persen menjadi Rp 5,38 triliun. Sementara laba bersih kami targetkan naik 8 persen menjadi Rp 236,5 miliar,” ujarnya.
Perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 590,6 miliar pada tahun 2015. Farida menjelaskan dana tersebut akan dialokasikan untuk melakukan pengambangan bisnis Perseroan pada tahun ini. (ags)