Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo menyebutkan infrastruktur migas juga menjadi salah satu prioritas pembangunan yang akan dilakukan Kabinet Kerja sampai akhir masa pemerintahan nanti. Beberapa proyek yang sudah masuk buku biru RPJMN tersebut menurutnya adalah:
1. Menambah kapasitas kilang penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) sebesar 2,7 juta kiloliter,
2. Membangun fasilitas penyimpanan gas alam cair (liquefied petroleum gas/elpiji) sekitar 400 ribu ton, serta
3. Membangun kilang pengolahan minyak berkapasitas 300 ribu barel per hari (BPH) di Bontang, Kalimantan Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengungkapkan, dirancangnya RPJMN 2015-2019 di sektor energi adalah untuk mengamankan ketersediaan energi primer . Ia berhadap adanya program ini juga berdampak linier terhadap rasio elektrifikasi (ketenagalistrikan) dari sumber energi batubara dan air yang ditargetkan mencapai 96 persen.
Infrastruktur Gas
Selain BBM dan elpiji, pemerintah juga berencana menggenjot pembangunan fasilitas pemanfaatan gas bumi (BBG) nasional. Dalam lima tahun ke depan, pemerintah berencana menambah 6.300 kilometer (km) pipa gas dan membangun 118 unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di sejumlah daerah di Indonesia.
"Ada juga program peningkatan BBN (bahan bakar nabati), energy mix dan pengurangan subsidi. Harapannya listrik dari Sabang ke Merauke semua cukup. Maka dari itu kami mengharapkan upaya maksimal dari dukungan kandungan lokal (TKDN)," kata Indroyono. (gen)