Garuda Indonesia Jajaki Penerbangan ke Paris dan Frankfurt

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Selasa, 14/04/2015 13:39 WIB
Garuda Indonesia Jajaki Penerbangan ke Paris dan Frankfurt Tiga pekerja memeriksa badan atas pesawat Garuda Indonesia di hangar 3Garuda Maintenance Facility, GMF AeroAsia, Tangerang, Banten, Rabu, 4 Maret 2015. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Maskapai pelat merah, PT Garuda Indonesia Tbk berencana menambah rute penerbangan ke Eropa. Setelah sebelumnya, melayani penerbangan ke kota Amsterdam, Belanda dan kota London, Inggris, rencananya tahun ini akan membuka penerbangan ke kota Paris, Perancis dan kota Frankfurt, Jerman.

“Di Eropa kita lagi mempersiapkan untuk menambah frekuensi (penerbangan) dan ke depannya juga akan menambah kota,” kata Direktur Utama Arif Wibowo ketika ditemui CNN Indonesia di Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (14/4).

Diperkirakan rute penerbangan Jakarta –Paris dan Jakarta-Frankfurt akan dibuka pada paruh kedua tahun ini memanfaatkan pesawat Boeing 777 yang berkapasitas sekitar 300 penumpang. Sebelum itu dilakukan, Garuda Indonesia juga akan menambah frekuensi penerbangan ke Amsterdam dan juga Timur Tengah.


“Tahun 2015 ini adalah tahun yang critical untuk rebound jadi ketika kita menempatkan satu aircraft ke satu pasar kita harus bangun dulu persepsi dan komunikasi publik yang baik. Terutama untuk (penerbangan ke) Eropa ini kan harus jauh-jauh hari, nggak boleh dalam waktu dekat,” kata Arif yang juga menjabat sebagai ketua umum Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional (Indonesia National Air Carriers Association/INACA).

Arif melihat meskipun perekonomian Eropa sedang melambat, pertumbuhan ekonomi Jerman dan Perancis masih terbilang baik sehingga masih berpotensi sebagai pasar yang dapat meningkatkan pendapatan Garuda.

Rencananya, akan ada 10 pesawat yang dipersiapkan untuk rute penerbangan Eropa yang terdiri dari 6 pesawat first class dan 4 pesawat dual class. Selanjutnya, pihaknya akan terus mengkalkulasi kemungkinan dibukanya rute baru maupun penambahan frekuensi penerbangan ke Eropa.

Direktur Keuangan, Risiko, dan IT Garuda Indonesia Ari Ashkara mengungkapkan dibukanya rute baru tersebut juga untuk memanfaatkan tiga pesawat jenis Boeing 777 yang sudah dipesan sebelumnya oleh Garuda. Rencananya ketiga pesawat itu akan datang bulan Juni, September, dan Oktober tahun ini.

“Karena kita kan punya triple seven (Boeing-777) kan sudah dipesan kalau triple 777 dipakai di middle range atau di short range itu kan rugi, cost-nya kan sama, mendingan kita pakai yang long distance, itu harus,” tutur Ari dalam kesempatan yang sama.