Jokowi berpandangan, Indonesia mau tidak mau harus siap menghadapi MEA 2015. "Ya harus siap. Karena sudah tidak bisa mundur. Harus siap," ujarnya di Grand Hyatt Hotel Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/4) malam.
Ia menekankan, hal terpenting untuk dilakukan dalam waktu yang semakin dekat ini adalah identifikasi komoditas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait persoalan komoditas ekspor beberapa negara-negara ASEAN yang hampir sama antara satu dengan lainnya, misalnya produk pertanian dan perkebunan, Jokowi mengaku tetap optimis Indonesia mampu menembus pasar lainnya.
"Ya (misalnya) sawit, kan masuknya tidak ke (negara) kanan-kiri, ASEAN kan. Kalau sawit kan banyak yang ke Eropa. Beda. Saya kira banyak kok produk-produk kita yang kompetitif. Ini dalam proses identifikasi," kata dia menambahkan.
Sementara di bidang pariwisata, yang juga memiliki beberapa kemiripan jenis destinasi wisata yang ditawarkan negara-negara ASEAN lainnya, Presiden beranggapan, Indonesia masih memiliki potensi untuk menaikkan jumlah wisatawan asing.
"Setelah kemarin kita berikan bebas visa kepada beberapa negara, kemudian promosi ini mulai dilakukan, saya kira akan kelihatan dalam waktu enam bulan ini. Akan kelihatan kenaikannya. Coba dilihat lagi. Tahun depan akan kelihatan kenaikannya," ujar dia. (gen)