Azhar Lubis, Deputi Bidang Pengendalian Penanaman Modal BKPM, mengatakan kecenderungan positif itu mulai terlihat dari tingginya realisasi investasi sektor ini pada kuartal I 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami cukup senang dengan adanya fakta ini. Bahkan data kami menunjukkan bahwa sebagian besar penanaman modal dalam negeri (PMDN) di kuartal pertama tahun ini berada pada sektor tersier, termasuk listrik," tambah Azhar.
Khusus investasi sektor listrik, gas, dan air bersih, BKPM mencatat realisasinya pada kuartal I 2015 mencapai Rp 11,7 triliun atau 9,4 persen dari total penanaman modal Rp 124,6 triliun.
"Kami harap kedepannya investasi di sektor ini akan bertambah. Selain itu, kami yakin peraturan Menteri ESDM tentang listrik dapat mendorong swasta masuk ke sektor ketenagalistrikan ini," tambah Azhar.
Peraturan yang dimaksud oleh Azhar adalah Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kerjasama Penyediaan Tenaga Listrik dan Pemanfaatan Bersama Jaringan Tenaga Listrik. Dengan ketentuan baru ini, pembelian listrik dari Independent Power Producer (IPP) dapat dilakukan langsung dengan penunjukkan tanpa melalui lelang.
Kendati optimistis, Azhar Lubis belum berani menyebut target peningkatan investasi ketenagalistikan kuartal ini. "Intinya kami cukup optimis, semoga pertumbuhannya lebih tinggi dibanding kuartal pertama," jelasnya.
(ags/gen)