"Risiko shortfall pajak itu ada tapi itu kita lihat dibelakang, ini masih April. Kalau Menkeu umumkan sekarang bisa kacau perekonomian.Artinya semua kerja dulu, kejar spending anggaran," ujar Suahasil di sela acara Tropical Landscape Summit di Jakarta, Selasa (28/4) petang.
Suahasil menjelaskan dalam memitigasi risiko perekonomian, Kemenkeu lebih mengutamakan stabilitas ekonomi dibandingkan dengan stabilitas anggaran negara. Dengan menggenjot belanja pemerintah terutama di bidang infrastruktur,lanjutnya, diharapkan menggerakan ekonomi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Suahasil, risiko fiskal saat ini tidak seberat tahun anggaran sebelumnya, ketika masih tersandera oleh subsidi bahan bakar minyak (BBM). Dengan dipangkasnya subsidi BBM melalui revisi APBN 2015 membuat pengumpulan pajak menjadi skenario yang tidak lagi sepenting menggenjot belanja negara.
"Sekarang risiko ada tidak ada BBM. Pajak tidak terealisasi itu skenarionya di belakang," katanya. (ags/gen)