"Pastinya kebijakan fuel economy ini akan mempengaruhi ekspor kita. Karena kita kan basis produksinya multi purpose vehicle (MPV), sedangkan permintaan di luar negeri kebanyakan mobil sedan. Jadi kita harus mencari negara mana yang bisa menyerap pasar kita selain Timur Tengah," ujar Ketua Umum Gaikindo Sudirman MR di Kementerian Perindustrian, Kamis (30/4).
Menurutnya, selama ini ekspor mobil completely build-up unit (CBU) dari Indonesia merupakan jenis mobil MPV yang sebagian besar diekspor ke negara-negara Timur Tengah. Selain mencari pasar baru, Sudirman mengatakan industri otomotif juga perlu mengganti pola produksinya demi menjaga pangsa pasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudirman menambahkan untuk mengembangkan kendaraan irit bahan bakar, industri otomotif nasional perlu dukungan kebijakan dari pemerintah. Menurutnya, industri kendaraan mobil di Indonesia siap untuk melakukan produksi tersebut asal mendapatkan insentif dan pasokan bahan bakar yang cocok memadai.
Sebagai informasi, ekspor kendaraan roda empat pada 2014 mencapai 207 ribu unit, naik 21,7 persen dibandingkan dengan ekspor 2013 yang sebanyak 170 ribu unit. (ags)