Apabila dibandingkan dengan inflasi April 2015, inflasi bulan lalu (year on year) diperkirakan sebesar 6,73 persen. Secara kumulatif, Mandiri Sekuritas melihat selama periode Januari-April masih akan deflasi sekitar 0,13 persen.
"Rebound harga minyak dan melemahnya mata uang mendorong inflasi administered prices," jelas Mandiri Sekuritas dalam riset yang dikirimkan ekonomnya, Aldian Taloputro kepada CNN Indonesia, Sabtu (2/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga untuk BBM RON88 dan diesel yang naik di bulan April 2015 masing-masing sebesar 7,4 persen dan 7,8 persen, setelah pada bulan sebelumnya keduanya naik 3 persen," jelas Mandiri Sekuritas.
Dari sisi harga pangan, Mandiri Sekuritas mengestimasi faktor panen raya berhasil menarik ke bawah harga beras rata-rata 3,4 persen pada April 2015. Penurunan harga beras diprediksi menyumbang deflasi 0,13 persen pada April 2015.
Beberapa komoditas makanan mentah lain juga mengalami penurunan harga, antara lain cabai dan telur ayam. Hanya harga bawang yang cenderung naik, dengan prediksi inflasi 17,6 persen.
"Secara keseluruhan, kami memperkirakan komponen makanan mentah deflasi 0,12 persen," jelas Mandiri Sekuritas. (ags)