"Kelompok pengeluaran transportasi mengalami inflasi tertinggi 1,8 persen, dengan andil 0,93 persen akibat dampak kenaikan BBM yang terjadi pada akhir Maret," ujar Kepala BPS Suryamin di kantornya, Senin (4/5).
Menurut Suryamin, dari 72 kota yang survei, sebanyak 10 kota deflasi. Inflasi tertinggi di Kota Tual sebesar 1,31 persen karena beberapa komoditas dan tarif angkutan umum naik. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Cilacap, yakni minus 0,02 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Deflasi bahan makanan terbesar karena penurunan harga beras seiring dengan mulai panen besar. Harga beras deflasi 0,2 persen dengan andil negatif 0,15 persen," jelasnya.
Kelompok sandang mengalami inflasi 0,24 persen dengan andil 0,01 persen, kelompok kesehatan inflasi 0,38 persen dengan andil 0,02 persen, dan
pendidikan 0,05 persen dengan andil 0,01 persen.
Sebagai informasi, pemerintah menargetkan inflasi tahun ini sebesar 5 persen di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015. Apabila dibagi 12 bulan, maka rata-rata inflasi bulanan untuk mencapai target tersebut 0,4 persen atau 1,25 persen secara kuartalan. Namun, dalam kurun waktu tiga bulan pertama 2015 total inflasi kumulatif (year to date) tercatat minus 0,44 persen (deflasi).