Beras Plastik Beredar, Kemendag Minta Masyarakat Tak Panik

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 20/05/2015 17:25 WIB
Beras Plastik Beredar, Kemendag Minta Masyarakat Tak Panik Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Widodo. (Dok. Kementerian Perdagangan). (www.kemendag.go.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta masyarakat tidak panik dengan beredarnya berita beras sintetis yang diduga terbuat dari plastik di wilayah Bekasi. Kepastian mengenai kandungan berbahaya dari beras sintetis tersebut masih harus menunggu hasil uji laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Balai Pertanian Kota Bekasi, dan Badan Pengembangan Mutu Barang Kemendag.

“Sebetulnya perlu kita sampaikan juga pada konsumen bahwa memang sekarang ini sedang diuji sehingga tidak perlu resah dengan adanya informasi-informasi yang belum jelas karena informasi yang ada di lapangan kan hanya mengatakan berasnya tidak enak, kenyal, seperti itu,” kata Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Widodo di kantornya, Rabu (20/5).

Hasil uji laboratorium tersebut, lanjut Widodo, tengah diusahakan keluar cepat sesuai dengan permintaan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel. Dia berharap hasil uji laboratorium yang ditunggu-tunggu publik itu dapat keluar dalam dua hingga tiga hari mendatang.


“Sebetulnya kalau normal (hasilnya keluar) 3 sampai 5 hari, cuma Pak Menteri Perdagangan juga meminta supaya lebih cepat dari itu,” kata Widodo.

Widodo mengungkapkan ketersediaan beras ‘asli’ di pasaran melimpah sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan pasokan. Namun, masyarakat harus tetap berhati-hati dan lebih selektif dalam memilih beras.

“Kalau memang konsumen menemukan (beras yang diduga plastik) tolong juga segera diinformasikan kepada kami, di kementerian perdagangan atau di informasikan di dinas perdagangan di kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” tutur Widodo.

Beras Sintetis Lokal

Widodo menuturkan pihaknya belum memperoleh informasi terkait asal beras yang diduga sintetis dan terbuat dari plastik tersebut. Namun, dia menegaskan bahwa Kemendag belum mengeluarkan izin impor beras sehingga kemungkinan beras sintetis tersebut hasil produksi dalam negeri.

“Tetapi apakah hal itu (membuat beras sistetis)  efisien? Bijih-bijih plastik itu kan lebih efisien digunakan untuk bahan-bahan menggunakan plastik dan untuk produk yang lain,” kata Widodo.