IHSG Jeblok 3,1 Persen, JK Tak Ambil Pusing

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Selasa, 09/06/2015 14:43 WIB
IHSG Jeblok 3,1 Persen, JK Tak Ambil Pusing Wapres Jusuf Kalla (tengah) didampingi (kiri-kanan) Direktur BEI Ito Warsito, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Yuddy Chrisnandi, Menko Perekonomian Sofyan Djalil (kedua kiri), Ketua OJK Muliaman Hadad, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaidah menutup perdagangan tahun 2014 di BEI, Jakarta, Selasa (30/12). (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah tajam pada sesi perdagangan awal hari ini hingga 3,1 persen ke level 4.858. Pemerintah menyatakan hal itu biasa terjadi karena dipengaruhi pelemahan baik dari luar maupun dalam negeri.

Dalam perdagangan hingga jeda siang, tercatat total transaksi mencapai nilai Rp 4,58 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 3,218 miliar saham. Sementara itu, investor asing mencetak penjualan bersih (net sell) sebanyak Rp 293 miliar. Semua sektor tercatat melemah tajam yang dipimpin oleh sektor properti yang anjlok hingga 4,13 persen.

“Namanya saham kalau tidak turun ya naik, bukan saham namanya kalau naik terus. Ya kalau naik terus tidak ada yang mau kerja lagi orang. Tentu kita harapkan ada pergerakan dinamis seperti itu,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla usai membuka gelaran Indonesia Green Infrastructure Summit 2015 di Jakarta, Selasa (9/6).


Dia menyatakan pelemahan yang terjadi dalam pasar modal dalam negeri dipengaruhi beberapa faktor. JK menyatakan masalah yang menghadang berasal dari luar maupun dalam negeri.

“Ada masalah dalam dan masalah luar negeri. Tentu ekonomi kita memamg menurun, industri pasar kita memang menurun, otomatis terjadi masalah di pasar modal,” jelasnya.

Pemerintah, lanjutnya, berencana untuk menjaga pertumbuhan dan investasi guna menanggulangi masalah tersebut. Dia menyatakan bakal terus berkoordinasi dengan jajaran pemerintah.

“Kami akan menjaga pertumbuhan ekonomi dan investasi dalam negeri, supaya memberikan perbaikan. Tapi kita tentu tidak mungkin mengubah secepat itu. Ini akan luar dan dalam masalahnya,” katanya.

Sementara itu Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Ito Warsito menyatakan kondisi pelemahan indeks sesuai dan sejalan pergerakan bursa global. Hal tersebut dinilainya lumrah karena bersamaan dengan pasar modal lainnya.

“Yang harus dilihat, apakah turun sendiri atau tidak. Yang lain juga turun, jadi masih in-line dengan kondisi internasional. Ini fenomena internasional,” ujar Ito dalam kesempatan berbeda.

Ito menjelaskan, jika melihat prediksi ke depan, pemerintah masih sama-sama percaya tumbuh 5 persen. Hal itu menurutnya berarti emiten masih punya peluang meningkatkan kinerja keuangan. (gen)