IHSG Diproyeksi Masih akan Terimbas Pelemahan Rupiah

Agust Supriadi, CNN Indonesia | Rabu, 10/06/2015 06:01 WIB
IHSG Diproyeksi Masih akan Terimbas Pelemahan Rupiah Gedung Bursa Efek Indonesia dengan latar pekerjaan jalur MRT, Jakarta, Senin, 23 Maret 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada perdagangan Rabu (10/6) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak melemah di kisaran 4.850-4.918

Sinarmas Investment Research menilai fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turut berpengaruh negatif terhadap kinerja pasar modal.

Adapun saham-saham yang menjadi rekomendasi SInarmas antara lain AUTO, PNLF, TSPC, dan LPPF.

William Surya Wijaya, Analis PT Asjaya Indosurya Securities, melihat masih ada peluang bagi IHSG untuk bertahan di kisaran 5.000 meskipun ruang untuk turun kembali masih bisa terjadi. Berdasarkan riset sekuritasnya, indeks diperkirakan akan bergerak pada kisaran 4.839 – 5.051.


"IHSG menjebol beberapa support dan terus mengalami tekanan, support berikutnya berada pada level 4.839, berpotensi untuk diuji," tuturnya melalui riset, Selasa (9/6) malam.

Kendati demikian, kata William, IHSG akan memiliki peluang untuk melakukan T-bound (technical rebound) dengan sifat yang masih terbatas. Namun, jika dilihat dari arus modal keluar, tekanan terhadap IHSG terlihat sudah cukup terbatas mengingat penurunan cukup dalam dibanding outflow yang tidak begitu besar.

"Target resistance berada pada level 5.051, hari ini (IHSG) berpotensi mengalami t-bound," tuturnya.

Indosurya merekomendasikan sejumlah saham bagio para investor, antara lain BBNI, AKRA, JSMR, ASII, BBCA, dan INDF.

Riset berbeda dikeluarkan PT NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI). Analis NHKSI Reza Priyambada memperkirakan IHSG kemungkinan akan berada pada rentang support 4.795-4.865 dan resisten 4.925-4.955.

"Penurunan masih berlanjut dan terlihat tidak ada penahannya. Tentu kami hanya bisa berharap agar pelemahan yang terjadi dapat terbatas meskipun peluang rebound masih tertutup." jelasnya melalui riset.

Akan tetapi, lanjutnya, kalaupun terjadi rebound dengan adanya aksi beli, maka merupakan berkah bagi IHSG dan dapat dimanfaatkan untuk kembali mengakumulasi saham-saham potensial yang telah mengalami pelemahan sangat dalam.

"Sepanjang belum adanya sentimen positif tersebut maka laju IHSG masih menyimpan potensi pelemahan lanjutan meski kami berharap aksi jual dapat mereda dan mampu membalikkan IHSG. Tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan," tuturnya.

NHKSI merekomendasikan sejumlah saham berikut: LPPF, ACST, BBNI, LINK, SMAR, dan AKRA. (ags/ags)