Sosialita Beli Tas di Singapura, Menkeu Sulit Kenakan Pajak

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Jumat, 12/06/2015 06:42 WIB
Sosialita Beli Tas di Singapura, Menkeu Sulit Kenakan Pajak Menteri Keua
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengaku kesulitan mengutip pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) impor maupun bea masuk setiap kali ada warga Indonesia yang berbelanja tas mahal di Singapura. Usai menghitung potensi kebocoran PPnBM impor dan bea masuk yang besar dari produk tersebut, Bambang memutuskan membebaskan sekalian kewajiban pembayaran pajak barang mewah untuk tas.

“Orang ke Singapura pasti mau belanja dan pengawasannya sulit. Bawa 1-2 tas dari sana bilang punya sendiri padahal mau dijual lagi. Frekuensi penerbangan ke sana bisa dilakukan dengan sering dan beli setiap satu hari juga bisa. Percuma PPnBM dan bea masuk tidak kena," kata Bambang di Jakarta, Kamis (11/6).

Menurut Bambang, sangat wajar jika para perempuan kalangan atas gemar berbelanja tas di negara tetangga tersebut. Pasalnya pemerintah Singapura tidak mengutip pajak barang mewah atas berbagai jenis barang sehingga menjadikan negara tanpa sumber daya alam itu surga belanja utama di kawasan Asia Pasifik.

“Kalau ke Singapura kan bukan untuk melihat keindahan alam. Selama ini kita kenakan PPnBM, harga barang jadi mahal dan orang Indonesia memilih belanja ke sana. Sekarang mendingan kita hapus PPnBM, harga jadi turun dan tidak perlu lagi belanja ke Singapura,” kata Bambang.


Seperti yang diketahui, Ditjen Pajak akan mencoret sekitar 33 barang dari daftar objek pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Dari ke 33 barang tersebut diketahui mayoritas merupakan barang konsumsi. (gen)