"Mudah-mudahan ya," ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Selasa (16/6).
Meski tidak merinci besaran dan kuponnya, Dwi bilang pemanfaatan dana dari global bond bakal dipakai untuk menutupi struktur permodalan di sektor hulu, pengolahan minyak dan gas bumi (migas), hingga penjualan bahan bakar minyak (BBM).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi (detil) penggunaannya sedang kami pikirkan. Kalau besarannya nanti diumumkan," kata Dwi.
Sebelumnya, pada Mei 2011 Pertamina telah menerbitkan obligasi global senilai US$ 1,25 miliar. Kala itu, perusahaan minyak plat merah itu menerbitkan global bond dalam dua jenis, bertenor 10 tahun dan 30 tahun.
Kegiatan perburuan dana ekspansi Pertamina kemudian berlanjut dengan diterbitkannya global bond pada medio 2012 dengan nilai US$ 2,5 miliar dan pada 2013 dengan nilai US$ 3,25 miliar.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi VII DPR Achmad Hafisz pun meminta manajemen merinci tentang rencana penggunaan dana dari global bond.
"Utang luar negeri Pertamina yang besar di pasar keuangan global itu telah mencapai Rp 100 triliun. Uang hasil utang tidak jelas alokasinya. Belum lagi investasi ladang ladang minyak yang dibeli pertamina di luar negeri kurang jelas," kritik Achmad. (gen)