"Karena pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan tahun depan masih tertekan, oleh sebab itu target awal 6,2 persen dinilai terlalu ambisius. Maka dilihat lebih realistis 5,6 persen," kata Sofyan usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di kantornya, Selasa sore (23/6).
Sofyan yakin dengan perubahan target ini maka upaya pemerintah mencapai angka pertumbuhan ekonomi bisa tercapai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati meyakini penyebab masalah ekonomi dalam negeri ini bagian dari faktor eksternal, Sofyan berjanji pemerintah mempercepat realisasi investasi dalam negeri.
“Kalau bisa, kami lakukan realisasi investasi seperti yang diharapkan Rp 5.600 triliun sekitar lima tahun yg akan datang," katanya.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019 menargetkan pertumbuhan ekonomi 7 persen mulai 2017. Pada 2019, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) ditargetkan sebesar 8 persen. (gen)