"Ya 5,2-5,4 persen, tapi 5,2 persen masih bisa kami upayakan," ujar Bambang di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (15/6).
Bambang tidak menjelaskan secara rinci alasan koreksi asumsi pertumbuhan ekonomi tahun ini. Namun, dia meyakini investasi dan konsumsi akan menjadi penyelamat ekonomi nasional untuk tetap tumbuh meski dihantui perlambatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investasi, lanjut Bambang, diyakini akan lebih tinggi dari tahun lalu. Sinyal positif mulai terlihat oleh Menkeu pada realisasi investaasi kuartal II yang kemungkinan besar lebih tinggi dari kuartal sebelumnya.
Dari sisi konsumsi, Bambang masih berpegang pada proyeksi pertumbuhan 5,1 persen pada tahun ini. Untuk mendongkrak konsumsi, Menkeu berharap bisa dipenuhi pasokan barangnya dari dalam negeri.
"Konsumsi tidak harus impor karena nanti jadi impor banyak dong kita. Yang penting konsumsi itu naik. Tidak peduli impor atau tidak," jelasnya. (gir)