Duta Besar Indonesia untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra justru menilai meskipun lamban, namun keberhasilan produk pertanian Indonesia masuk ke Jepang sebagai prestasi yang dibuat oleh pemerintah.
"Keberhasilan ini merupakan pencapaian penting mengingat pasar produk pertanian Jepang sangat ketat,” kata Yusron dikutip dari laman Kementerian Perdagangan, Selasa (30/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total konsumsi buah Jepang saat ini tercatat sekitar 5,4 juta ton per tahun dan 1,8 juta ton di antaranya adalah buah impor. Pasar buah impor Jepang didominasi oleh pisang sebanyak 1 juta ton per tahun dan nanas 200 ribu ton per tahun.
“Eksportir Indonesia harus bisa menjaga kualitas produknya sehingga dapat mewujudkan target peningkatan pangsa pasar ekspor Indonesia. Keberhasilan ini juga dapat berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan para petani buah Indonesia,” ungkap
Yusron.
Untuk tahun 2015, Transpacific Foods Japan Co. Ltd. berencana mengimpor pisang Cavendish dari PT Nusantara Tropical Farm (NTF) sebanyak 8.147 ton dan nanas sebanyak 1.673 ton.
“Saat ini 96 persen pasar pisang di Jepang masih dikuasai Filipina. Namun kami yakin akan mampu terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. Ke depan kami menargetkan Indonesia akan mampu meraih antara 10-15 persen pangsa pasar impor pisang Jepang,” kata Terry Bahar dari NTF.
Menurut Bahar, konsumsi per kapita pisang di Jepang rata-rata 7-8 kilogram (kg) per tahun atau 50 buah setahun. Sebanyak 80 persen diantaranya dikonsumsi oleh rumah tangga. (gen)