PT Sigma Cipta Caraka atau TelkomSigma yang selama ini menguasai 35 persen pangsa pasar data center di tanah air, mulai tahun depan sepertinya harus mewaspadai persaingan yang makin ketat di bisnis tersebut.
“Kami tahu pesaing banyak yang masuk di bisnis data center serta Teknologi Informasi secara keseluruhan. Namanya bisnis, tentu ada persaingan. TelkomSigma tetap akan agresif juga, silahkan saja mencoba mengejar,” tegas Direktur Enterprise dan Business Services Telkom yang juga Komisaris Utama TelkomSigma Muhammad Awaluddin, Minggu (5/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guna mewujudkan ambisi tersebut, TelkomSigma mengalokasikan belanja modal secara multi years sejak beberapa tahun lalu dengan nilai Rp 1 triliun. Hingga 2014, dana itu sudah terserap sekitar Rp 600 miliar.
Dijelaskannya, transformasi ini bagian dari penataan portofolio layanan yang dimiliki TelkomSigma.
“Biasanya mengerjakan solusi IT itu sebagian karena terganjal lisensi dan lainnya. Sekarang semua diserahkan ke TelkomSigma mulai dari Business Inteleigent, nanti mereka yang maju menggarap,” pungkasnya.
Dalam catatan, pertumbuhan bisnis TelkomSigma selalu diatas industri yang bergerak dikisaran 15 persen-20 persen. Tahun ini anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) ini membidik pendapatan sekitar Rp 2,5 triliun hingga Rp 3 triliun.
Pasokan pendapatan berasal dari bisnis sistem integrasi (SI) yakni sekitar 50 persen, data center 35 persen, dan cloud computing 15 persen.
GTN Data Center yang hadir dengan konsep ”green data center” diharapkan siap beroperasi pada April 2016.
GTN Data Center merupakan proyek joint venture antara MLPT, Mitsui & Co Ltd (Mitsui) dan Mitsui Knowledge Industry Co Ltd (MKI). Komposisi kepemilikan saham terdiri dari 65 persen milik MLPT, 25 persen milik MKI, dan 10 persen milik Mitsui. (gen)