Budi menduga kebakaran itu ada hubungannya dengan kelalaian tenant di terminal itu. Tapi dia mengakui usia kabel listrik di sana juga sudah mencapai 30 tahun. Seharusnya kabel sudah diganti. Pihaknya, kata Budi, berencana menggantinya.
Pilihan Redaksi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Upaya revitalisasi ini tidak merusak arsitektur yang ada,” katanya. Anggaran revitalisasi untuk tiap-tiap bandara, kata dia, mencapai Rp 500-600 miliar.
Sementara itu Kepala Otoritas Bandara Soekarno-Hatta Bintang Hidayat mengatakan sebetulnya pada 2014 pihaknya sudah melakukan audit kelistrikan. “Tapi dari main power station ke substation yang ada, belum menyeluruh,” katanya.
Pekan ini, tim Otoritas Bandara, kata Bintang, akan melanjutkan audit tersebut, termasuk audit mendetail sampai ke tenant dan fasilitas yang digunakannya di semua terminal. “Sistem penggorengan yang sekarang juga sepertinya harus dievaluasi karena banyak terjadi kebakaran,” katanya. (ded/ded)