Hadapi MEA, Menperin Janji Sebar Insentif ke IKM

gen & Galih Gumelar, CNN Indonesia | Senin, 06/07/2015 14:39 WIB
Hadapi MEA, Menperin Janji Sebar Insentif ke IKM Menko Perekonomian Sofyan Djalil (kiri) berbincang dengan Menteri Perindustrian Saleh Husin (kedua kiri), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kanan berdiri), Menteri Perdagangan Rahmat Gobel (duduk kiri) dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman (duduk kanan) sebelum mengikuti sidang kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6). (Antara Foto/Widodo S Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian Saleh Husin menjanjikan insentif yang lebih banyak bagi industri kecil dan menengah (IKM) berupa rekstrukturisasi mesin dan permodalan serta kemudahaan akses pembiayaan. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing IKM di era  persaingan ketat Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Dalam hadapi MEA, kami akan memberikan insentif bagi IKM melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan. Selain itu, kami juga fokus pada penumbuhan wirausaha industri melalui pelatihan wirausaha baru dan bantuan start-up capital," ujar Saleh melalui siaran pers, Senin (6/7).

Saleh menjelaskan restrukturisasi mesin dan bantuan modal awal ini merupakan strategi offensif Kementerian Perindustrian dalam menghadapi MEA yang bersifat mendukung produktifitas dalam negeri. Sementara untuk strategi defensif dilakukan untuk melindungi daya saing produk Indonesia di tengah gempuran arus barang ketika MEA diimplementasikan awal tahun depan.


Lebih lanjut, Saleh mengatakan bahwa pihaknya juga akan memberi fasilitas akses permodalan bagi IKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL), Modal Ventura dan Corporate Service of Responsibility (CSR) sebagai bagian dari strategi ofensif. Dengan adanya hal ini, Saleh berharap bisa meningkatkan jumlah pelaku usaha mikro di Indonesia.

"Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga tahun 2013, jumlah unit usaha IKM mencapai 3,4 juta unit dan menyerap 9,7 juta orang tenaga kerja. Angka itu bakal ditingkatkan lagi melalui percepatan pertumbuhan wirausaha," tuturnya.

Sebagai informasi, Direktorat Jenderal IKM Kemenperin selalu menganggarkan uang restrukturisasi mesin setiap tahunnya. Pada tahun 2009 hingga 2014, akumulasi dana restrukturisasi tersalurkan mencapai Rp 55 miliar yang ditujukan kepada 420 unit IKM.

Sedangkan pada tahun 2015 sendiri, Ditjen IKM Kemenperin menganggarkan dana Rp 30 miliar untuk kegiatan tersebut, dimana angka ini meningkat 36,3 persen dibanding anggaran tahun lalu yang sebesar Rp 22 miliar. Selain itu, Ditjen IKM Kemenperin berharap adanya penambahan 200 industri menengah dan 4.000 industri kecil pada tahun 2015. (ags)