Menteri Perindustrian Saleh Husin menilai karet alam hasil produksi petani sebenarnya dapat diolah oleh industri menjadi beragam produk turunan yang memiliki nilai tambah tinggi. Karenanya, perlu langkah-langkah strategis dari pemerintah untuk dapat memaksimalkan penyerapannya oleh industri manufaktur.
"Saat ini konsumsi karet alam domestik untuk memproduksi barang-barang karet hanya mencapai sekitar 18 persen dari total produksi nasional," ujar Saleh di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (11/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Perindustrian mencatat industri karet dalam negeri sejauh ini baru menyerap sekitar 550 ribu ton per tahun dari total produksi karet alam yang mencapai 3 juta ton per tahun. Dari total karet alamyang terserap, 55 persen dimanfaatkan oleh industri ban, 17 persen digunakan oleh industri sarung tangan dan benang karet, 11 persen digunakan oleh industri alas kaki, dan 9 persen digunakan oleh industri barang-barang karet lainnya.
"Industri karet menjadi sektor prioritas karena pertimbangan besarnya potensi lahan yang akan mendukung pemenuhan kebutuhan bahan baku industri barang-barang karet untuk jangka panjang," tutur Saleh. (ags)