Menperin Ajak Pemodal Iran Investasi di Indonesia

Hafizd Mukti Ahmad, CNN Indonesia | Sabtu, 09/05/2015 15:17 WIB
Menperin Ajak Pemodal Iran Investasi di Indonesia Menteri Perindustrian Saleh Husin menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Iran untuk Indonesia H.E. Mr. Valiollah Mohammadi di Kementerian Perindustrian, Jakarta 8 Mei 2015. (CNN Indonesia/Hafidz Mukti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian Saleh Husin mengajak investor Iran menanamkan modalnya di industri petrokimia dan infrastuktur Tanah Air. Undangan tersebut mempertimbangkan penguasaan bisnis dan pengembangan teknologi Iran di kedua bidang tersebut.

Menurut Saleh Husin, Iran merupakan penghasil minyak dan gas yang penting di dunia. Iran tidak hanya memproduksi secara mentah, tetapi punya pengalamam lama mengembangkan industri migas ke tingkat yang lebih tinggi.

“Seperti pada gas, telah dikembangkan untuk produksi amonia yang mendukung industri petrokimia yang salah satunya memproduksi pupuk,” kata Menperin Saleh Husin saat menerima Duta Besar Iran untuk Indonesia, Valiollah Mohammadi di Jakarta, Jumat (8/5/2015).


Amonia merupakan bahan baku untuk produksi plastik, fiber, bahan peledak, refrigerasi, dan proses purifikasi.

Indonesia yang tengah memacu penguatan struktur industri, lanjut Menperin, membutuhkan kerja sama dengan negara yang handal mengembangkan industri petrokimia seperti Iran. Salah satu jagoan petrokimia yang terkenal di Iran adalah National Petrochemical Company (NPC), yang beroperasi di bawah binaan Kementerian Minyak dan Gas (Petroleum) Iran.

Selain petrokimia, Indonesia juga berharap Iran menanam modal di bidang infrastruktur. “Investasi infrastruktur adalah penanaman modal jangka panjang. Saya optimistis, iklim bisnis di Tanah Air menarik bagi Iran dan mereka akan mengikuti jejak investor negara lain yang telah menanam dan meningkatkan modalnya di Indonesia,” kata Menperin.

Pada kesempatan yang sama, Dubes Iran Valiollah Mohammadi mengatakan Iran siap bekerja sama dengan Indonesia karena memiliki semangat yang sama dalam pengembangan industri dan ekonomi. Apalagi, hubungan perdagangan dan budaya kedua bangsa telah berlangsung sejak berabad-abad lalu dan termasuk dalam jalur Jalan Sutra.

Pada pertemuan itu, Saleh Husin didampingi Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kemenperin Ahmad Sigit Dwiwahjono, Sesditjen Industri Kecil dan Menengah Busharmaidi.

"Kita juga akan membahas lebih lanjut langkah konkret kerja sama di bidang industri kecil menengah mengingat pelaku IKM di kedua negara punya potensi usaha yang besar," kata Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kemenperin Ahmad Sigit Dwiwahjono, pada kesempatan yang sama.

Pada Mei 2006, Indonesia dan Iran telah menandatangani nota saling pengertian atau Memorandum of Understanding (MoU) di bidang industri kecil dan menengah (IKM). Menurutnya, kunjungan Dubes Iran sekaligus menjadi momentum menghidupkan kembali komitmen kerja sama itu. (ags/ags)