Menurut Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan kegiatan seismik di Bunyu telah dilakukan pada 1949 dan 1969. Di mana berdasarkan data seismik pada saat itu, lapangan Bunyu diproduksikan. Selanjutnya pada 2005 dan 2012 kembali dilakukan kegiatan seismik untuk memperkaya data.
Untuk kegiatan seismik tahun ini, Dwi mengatakan Pertamina EP memiliki target panjang lintasan sepanjang kurang lebih 209 kilometer yang akan melintas hampir di seluruh area Bunyu. Kegiatan seismik tersebut dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin berkembang, untuk memperoleh data cadangan sumber migas yang semakin
akurat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian untuk memperoleh hasil survei yang bagus dan akurat, survei Bunyu akan dikombinasikan dengan survei gravity, survei geofisika, survei passive seismik, dan survei magnetotellurics. Sehingga bisa menggambarkan model bawah permukaan area Bunyu dengan lebih baik.
Dari kegiatan eksplorasi tersebut diharapkan dapat mencapai target penemuan cadangan sampai dengan 90 juta barel minyak ekuivalen (MMBOE) selama 2015, yang terdiri dari minyak sebesar 22 juta barel minyak mentah (MMBO) dan gas bumi sebesar 390 miliar standar kaki kubik (BSCF).
“Ketahanan energi itu nafasnya ada di penemuan cadangan. Kalau tidak dilakukan eksplorasi maka ketahanan energi bisa terganggu, dan itu tidak kami inginkan,” tegas Dwi. (gen)