Empat strategi yang dimaksud meliputi percepatan pembangunan infrastruktur jaringan; pemberian prioritas pada kota-kota yang memiliki akses pada infrastruktur dan gas; mendorong kota-kota untuk berkompetisi terkait penyediaan lahan, aspek sosial, kelembagaan dan leadership; dan yang terakhir memberdayakan badan usaha milik negara (BUMN) dan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebagai pendorong.
“Untuk itu kami meminta kerjasama yang baik dari Pemerintah Kota termasuk Surabaya untuk terus memberikan dukungan dalam menyosialisasikan program ini kepada masyarakat, hingga membantu proses perizinan yang belum terselesaikan pada program pembangunan infrastruktur gas di Kota Surabaya,” ujar Menteri ESDM Sudirman Said pasca melakukan peninjauan terhadap pembangunan infrastruktur gas dan jaringan gas kota di Surabaya, Kamis (9/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Silakan pemerintah daerah, siapkan dan penuhi empat syarat yang saya sebutkan dan acungkan tangan. Ajukan pada saya, maka segera saya tindaklanjuti,” kata mantan bos PT Pindad (Persero) ini.
Tahun ini, Kementerian ESDM diketahui akan membangun jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga di Lhok Sukon dan Pekanbaru dengan masing-masing jumlah sambungan sebanyak 4.000 SR. Dari yang direncanakan, pendaan proyek tadi akan bersumber dari non-APBN sebesar 4.600 SR yang dikeluarkan oleh PT Pertamina di Prabumulih dan Jambi. Sementara PT PGN akan membangun 15.000 SR di 9 kota yaitu Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Cirebon, Palembang, Jabodetabek dan Medan.
“Rencana pengembangan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Kota Surabaya akan dilakukan oleh Kementerian ESDM bersama dengan BUMN pada tahun 2016 sebanyak 24 ribu Sambungan Rumah, terdiri dari tiga wilayah, yaitu Surabaya Pusat, Surabaya Selatan, dan Surabaya Timur,” tandas Sudirman. (gen)