Belum lagi praktik penyimpangan sejumlah mitra Pertamina di dalam penimbunan pasokan yang menjadikan harga elpiji 3 kg naik dan jadi sulit didapatkan, seperti yang terjadi beberapa hari terakhir ini.
Bagaimana cara pemerintah menyiasati masalah itu? Diemas Kresna Duta dari CNN Indonesia mewawancarai Direktur Gas Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto, di kantornya di Jakarta, Kamis (26/2). Berikut ini petikannya:
Belakangan di sejumlah daerah gas 3 kilogram langka dan harganya tinggi, pendapat Anda?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Solusinya?
Tapi bukankah sulit untuk melakukan pengawasan hingga ke banyak daerah? Ada mekanisme yang tepat?
Dengan anggota yang sedikit, tentunya Pertamina akan menemui kesulitan di lapangan. Tapi saya rasa akan efektif jika di dalam pengawasan juga melibatkan media atau masyarakat melalui call center. Kan tinggal telepon dan laporan kalau-kalau ada kelangkaan dan kenaikan harga. Tapi harus quick response dan peran aktif dari masyarakat. Sebenarnya sudah ada Keputusan Bersama antara Menteri ESDM dan Mendagri, jamannya Menteri ESDM Pak Darwin Sahedi Saleh, untuk melakukan pengawasan bersama distribusi elpiji ini. Di samping itu Pertamina berjanji akan melaksanakan distribusi tertutup penjualan elpiji 3 kg. Jika ini dilaksanakan dengan benar maka tidak akan terjadi kelangkaan, karena konsumennya sudah jelas siapa orangnya, alamatnya di mana dan membelinya di mana serta kebutuhannya berapa, bisa menggunakan kartu atau KTP dan sejenisnya.
Apakah Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM juga harus turun tangan?
Sudah pasti. Sejak awal pemerintah dan DPR turun tangan. Buktinya sudah menyepakati tambahan kuota elpiji 3 kg saat pembahasan asumsi makro dan juga besaran subsidinya, dan juga tahun ini telah disepakati adanya program penambahan paket tabung elpiji 2 juta lebih paket.
Contohnya?
Tahun ini pemerintah sudah menetapkan anggaran subsidi untuk elpiji 3 kg sebesar Rp 28,7 triliun dengan angka penjualan 5,766 juta metrik ton. Setahu saya angka ini terus naik dari tahun lalu (4,988 juta metrik ton). Di samping itu pemerintah juga terus memprogramkan untuk membangun jaringan gas kota untuk rumah tangga dan pelanggan kecil.
Simak kelanjutan wawancara ini di CNN Indonesia edisi hari ini, Jumat (27/2).
(ded/ded)