"Indikasinya berarti kita bisa kendalikan selama Ramadhan dan lebaran," ujar Menkeu di Jakarta, Senin (13/7).
Selama puasa dan lebaran, kata Bambang, sekalipun pasokan pangan meningkat jika tidak diimbangi dengan permintaan yang memadai maka harganya tetap akan naik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi sekali lagi saya katakan kalau lebaran, apapun kondisi daya belinya, pemerintah sudah berusaha mengatasi dengan operasi pasar dan pengendalian harga," ujarnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) merekam pelemahan transaksi penjualan di tingkat eceran pada bulan lalu selaras dengan penurunan daya beli masyarakat. Hal itu terlihat dari hasil survei Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2015 yang hanya tumbuh 18,5 persen secara tahunan atau lebih rendah pertumbuhan bulan sebelumnya 19,8 persen.
Berdasarkan survei penjualan riil tersebut, BI menyimpulkan perlambatan pertumbuhan penjualan pertumbuhan tahunan penjualan eceran diperkirakan bakal berlanjut pada Juni 2015.
Dari sisi harga, bank sentral memperkirakan tekanan inflasi baru akan mengendur pada Agustus dan November. Indikasi ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) 3 dan 6 bulan yang akan datang masing-masing sebesar 145,9 dan 132,2, lebih rendah dibandingkan 146,4 dan 135,5 pada bulan sebelumnya.
(ags)